Sabtu, 01 Oktober 2011

Bisnis rumah makan

Bisnis makanan dan minuman  atau restauran dan rumah makan adalah bisnis yang memiliki banyak potensi serta prospek untuk berkembang dengan cepat yang dapat membawa keuntungan yang mencapai hampir 150 persen untuk setiap item makanan apabila dikelola dengan manajemen yang baik dan profesional. Bisnis ini merupakan usaha sepanjang masa yang tidak ada matinya karena menyangkut kebutuhan pokok manusia.
Bisnis restoran dan rumah makan tidak hanya sekedar cara memasak makanan enak dan menjualnya kepada pelanggan saja. Bisnis ini menuntut pengelolaan manajemen yang baik dan ketekunan yang tidak bisa dikerjakan sambil lalu. Untuk mempertahankan jalannya bisnis restoran dan rumah makan banyak faktor yang harus diperhatikan. Mulai dari faktor rasa makanan, proses dan resep yang standar adalah hal terpenting yang harus selalu dijaga dan dikontrol kualitasnya. Faktor lain yang juga mendukung majunya usaha ini adalah citra restoran yang menjadi ciri khas yang membedakan dengan restoran yang lain. Memperhatikan selera dan penanganan keluhan yang baik juga berpengaruh pada kepuasan dan loyalitas pelanggan. Kegiatan promosi, pendanaan, masalah karyawan serta  harga yang kompetitif adalah faktor lain yang harus diperhatikan agar bisnis restoran dan rumah makan dapat terus berkembang dari waktu ke waktu.

Hidangan Khas Minang

Hidangan Khas Minang

Hidangan khas Minang ini tersedia di seluruh pelosok nusantara. Masakan minang masyur hingga ke luar negeri. Hampir bisa dipastikan setiap orang pernah mencicipinya. Variasi bahan baku untuk masakan asal Sumatera Barat ini sungguh banyak. Cita rasa yang utama di temui pada masakan khas Minang adalah gurih dan pedas. Rasa gurih dan pedas tersebut diperoleh dari santan dan cabai merah yang memang banyak di konsumsi orang Minang.
Itu bila bicara soal cita rasanya, sedangkan bahan bakunya bisa menggunakan daging sapi, jerohan sapi, otak, ayam, bebek, ikan mas, gurami dan telur ayam. Sementara sayurannya lebih banyak menggunakan kacang panjang, daun singkong, pakis, nangka, buncis, serta petai dan jengkol.
Bumbu dalam masakan Minang memegang peranan penting. Orang Minang tidak pernah pelit 
bumbu. Selalu bumbunya kental dan terasa pekat. Bumbu yang selalu dipakai adalah cabai 
merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit dan daun kunyit, daun mangkokan.Untuk bawang
 putih, perbandingan yang digunakan adalah 1 : 5 dengan bawang merah. Bagi masakam 
melayu sedikit perbedaan tidak memakai santan terlalu banyak dan kuah masakan tidak 
kental Kuliner Melayu Riau yang paling populer adalah masakan ikan asam pedas.
 Beberapa jenis ikan yang sering dipakai untuk masakan ini adalah ikan baung, patin, 
atau selais. Ketiganya adalah ikan sungai yang berkulit licin - tidak 
bersisik.